
Setelah menanti selama berhari-hari, akhirnya hari yang ditunggu itu pun datang juga. Pada tanggal 18 Desember 2008, UEFA mengadakan drawing 16 besar UEFA Champions League musim 2008/2009.
Sebelum saya memasuki hasil dari drawing 16 besar UEFA Champions League musim ini, terlebih dahulu saya akan menjelaskan sistematika dari drawing ini.
Enam belas (16) tim yang sudah lolos dari fase grup, akam dibagi menjadi dua pot. Pembagian pot ini berdasarkan hasil yang diperolaeh dari masing-masing tim dalam fase grup. Pot A diisi oleh tim-tim yang lolos sebagai runner-up grup, yaitu Chelsea FC, FC Internazionale (Inter Milan), Sporting Lisbon, Atletico Madrid, FC Villareal, Arsenal FC, Olympique Lyonnais (Lyon), dan Real Madrid. Sedangkan, pot B diisi oleh tim-tim yang lolos sebagai juara grup, yakni AS Roma, Panathinaikos, FC Barcelona, Liverpool FC, Manchester United FC, FC Porto, FC Bayern Munnich, dan FC Juventus. Perlu dicatat bahwa dua tim yang lolos dari grup yang sama atau senegara tidak mungkin saling bertemu.
Inilah yang selama ini membuat para pelatih tim-tim yang sudah lolos ke fase knock-out inmi menjadi was-was, terutama tim-tim “besar”. Pasalnya, tidak semua tim-tim besar lolos sebagai juara grup, sebagian ada pula yang lolos sebagai runner-up. Hal ini memungkinkan para peserta yang lolos ke fase knock-out ini langsung mendapat lawan yang berat saat fase 16 besar nanti.
Sebut saja, tim-tim “besar” yang lolos sebagai juara grup, seperti Barcelona, Liverpool, Manchester United, Bayern Muenchen, ataupun Juventus akan mendapat lawan yang berat, seperti Chelsea, Inter Milan, Arsenal, Lyon, ataupun Real Madrid. Hal ini yang sangat tidak diinginkan oleh para pelatih tim yang telah lolos ke 16 besar, baik yang berstatus sebagai juara apalagi runner-up grup.
Ternyata apa yang tidak diharapkan itu pun tidak dapat dihindari. Hasil drawing “mengharuskan” beberapa partai big match terjadi lebih awal.
Hasil drawing mempertemukan tiga tim Inggris dengan tiga tim Italia. Runner-up musim lalu, Chelsea, harus berhadapan dengan tim raksasa Italia yang baru “terbangun dari tidurnya”, yakni Juventus. Ini akan menjadi pertandingan yang mungkin saja, tidak hanya akan menjadi pertarungan fisik, tetapi juga mental dan adu gengsi. Pasalnya, pelatih Juventus musim ini, Claudio Rannieri, pernah melatih klub yang bermarkas di London Barat itu. Claudio Rannieri menyatakan, dirinya sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Chelsea lebih awal, karena menurutnya saat ini Chelsea adalah calon terkuat juara Liga Champions Eropa musim ini. Namun, dirinya pun juga menyadari bahwa jika Juventus ingin menjadi juara Liga Champions Eropa musim ini maka mereka memang harus menghadapi Chelsea lebih awal.
Sedangkan tim jagoan saya, Arsenal, akan menghadapi tantangan berat dari sang tuan rumah fional Liga Champions Eropa musim ini, AS Roma. Hal inilah yang membuiat saya was-was. Pasalnya, meskipun AS Roma bahkan belum pernah mencapai fase semifinal hingga musim ini, namun motivasi mereka yang tinggi untuk bisa tampil di final di kandang mereka sendiri bisa menjadi senjada mematikan bagi Arsenal. Ditambah lagi, mereka sudah bukan lagi “anak bawang” di kompetisi terbesar di Eropa ini. Terbukti, mereka mampu lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai juara grup A, mengalahkan runner-up musim lalu, Chelsea, yang hanya berstatus sebagai runner-up grup A.
Namun, hal itu tidak membuat gentar Arsenal. Musim lalu, pada babak 16 besar pun, mereka harus menghadapi tim Italia juga, sang juara bertahan saat itu, AC Milan. Dan sama seperti musim ini, saat itu mereka lolos sebagai runner-up grup. Mereka mampu menekuk Milan dengan skor agregat 2-0. Yang lebih hebatnya lagi, semua gol tersebut dicetak di San Siro, kandang AC Milan. Apalagi dengan pulihnya beberapa pemain Arsenal dari cedera, seperti Samir Nasri dan Eduardo da Silva, saya yakin Arsenal akan lolos. Ayo berjuang, Arsenal!!
Meskipun memiliki status yang berbeda dengan dua wakil Inggris tersebut, juara musim lalu sekaligus juara piala dunia antarklub tahun ini(Selamat, ya!
), Manchester United (MU) akan berhadapan dengan runner-up grup B, Inter Milan. Nampaknya, ini akan menjadi pertandingan yang paling ditunggu-tunggu tidak hanya oleh fans dari kedua tim, tetapi juga oleh seluruh penggemar bola di dunia. Pasalnya, pelatih MU, Sir Alex Ferguson harus berhadapan lagi dengan pelatih Inter Milan musim ini, The Special One, Jose Mourinho. Sebagai intermezzo saja, saat Jose Mourinho masih melatih Chelsea, dirinya selalu bersitegang dengan pelatih MU yang usianya sudah di atas kepala enam itu. Bahkan tidak jarang, persaingan mereka pun terbawa oleh anak didik mereka masing-masing di lapangan. Apakah hal yang sama akan terjadi juga pada pertandingan yang mempertemukan antara sang juara bertahan melawan sang calon kuat juara ini? Kita tunggu saja.
Meskipun tidak mendapat lawan dari Italia, wakil Inggris lainnya, Liverpool, juga mendapat lawan yang tidak kalah berat, yakni Real Madrid. Meskipun hanya lolos sebagai runner-up grup, mereka kini ditangani oleh Juande Ramos, mantan pelatih Sevilla yang berhasil membawa pulang piala UEFA dua (2) musim berturut-turut dan meloloskan klub yang berasal dari Andalusia itu lolos ke Liga Champions Eropa musim lalu. Tangan dingin Ramos pun terlihat saat memimpin pasukannya melawan sang juara Piala UEFA musim lalu dan pemenang Piala Super Eropa tahun ini, Zenit St. Petersburg, di stadion kebanggan Madrid, Santiago Bernabeu. Real Madrid berhasil menang di depan publiknya sendiri dengan skor 3-0. Diharapkan, Ramos dapat membawa pulang piala Liga Champions Eropa yang terakhir mereka mengankan musim 2002/2003 itu.
Namun, menghadapi Liverpool bukan pekerjaan yang mudah. Pasalnya, sejak musim 2004/2005 hingga musim lalu, Liverpool hanya sekali absen pada fase semifinal, yakni musim 2005/2006. Apalagi, jika dibandingkan dengan musim lalu. Liverpool yang sekarang terlihat jauh lebih kuat. Terbukti, pada fase grup, mereka tidak pernah kalah, bahkan hanya bermain imbang dua kali melawan runner-up grup C, Atletico Madrid (home-away). Sisanya mereka lalui dengan kemenangan. Di EPL (Liga Inggris), mereka kini memimpin klasemen sementara dengan hanya menelan satu kali kekalahan, yakni saat melawa Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Itu pun juga merupaka partai tandang (away) bagi Liverpool. Jadi, bisa dipastikan pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang “super sengit” antara klub Inggris melawan klub Spanyol.
Wakil Spanyol lainnya, Barcelona akan ditantang oleh klub asal Perancis, Olympique Lyon. Meskipun dua klub ini merupakan klub besar di negaranya masing-masing dan kebetulan kedua-duanya kini sedang memuncaki klasemen sementara di liga negaranya masing-masing, namun sepertinya pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang berat sebelah. Pasalnya musim lalu, Lyon gagal lolos dari babak 16 besar. Apalagi tim yang sedang mereka hadapi ini adalah tim yang sedang on-fire musim ini. Sejak ditangani oleh Joseph “Pep” Guardiola, kini Barcelona telah menemukan “taringnya” kembali. Terbukti, berdasarkan statistik, Barcelona adalah tim yang paling produktif selama fase grup. Ini pun akan menjadi pertandingan adu taji antara dua striker dari masing-masing tim yang kini menjadi top skorer sementara Liga Champions Eropa musim ini, yakni Karim Benzema di pihak Lyon dan Lionell Messi di kubu Barcelona. Hasil dari pertandingan ini pun juga akan menentukan apakah Karim Benzema akan hengkang dari Lyon atau tidak. Kita tunggu semua jawabannya nanti.
Pertandingan lain yang mungkin tidak kalah seru, yakni antara satu-satunya wakil Yunani sekaligus juara grup B, Panathinaikos dengan wakil Spanyol lainnya sekaligus runner-up grup E, Villareal. Meskipun berstatus sebagai juara grup, mereka justru lebih tidak diunggulkan. Sebab Villareal baru kalah sekali di fase grup, namun Panathinaikos sudah kalah dua kali di fase grup. Ditambah lagi, keinginan yang sangat besar dari sang pelatih Villareal, Pedro Pellegrini untuk mengulang sukses yang berhasil mereka raih musim 2005/2006, yakni lolos hingga ke semifinal. Namun, ternyata keinginan Panathinaikos justru lebih tinggi. Mereka ingin mengulang sukses kembali merengkuh juara Liga Champions Eropa musim ini. Apakah keinginan mereka akan terwujud? (Maksudnya bukan kedua-duanya). Kita tunggu saja.
Pertandingan lainnya mempertemukan antara wakil Spanyol lainnya, Atletico Madrid, dengan salah satu wakil Portugal, FC Porto. Ironisnya, sama seperti Panathinaikos, FC Porto adalah juara grup F namun tidak diunggulkan. Padahal, mereka menjadi juara grup setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0 di kandang mereka sendiri. Namun penampilan mereka yang tidak konsisten selama fase grup membuat mereka menjadi tim underdog pada pertandingan ini. Atletico Madrid memang memiliki track record yang bagus pada fase grup. Sekalipun mereka tergabung bersama tim-tim besar dari negara-negara lain, seperti Liverpool, Marseille, dan PSV Eindhoven, mereka membuktikan diri sebagai kekuatan baru di Eropa dengan menjadi satu-satunya runner-up grup musim iniu yang tidak pernah mengalami kekalahan. Pertandingan dua tim yang sedang naik daun ini juga patut untuk ditunggu. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang?
Satu pertandingan lagi yang nampaknya akan menjadi pertandingan “berat sebelah”, yakni antara satu-satunya wakil Jerman sekaligus juara grup G, Bayern Muenchen, berhadapan dengan wakil Portugal lainnya sekaligus runner-up grup C, Sporting Lisbon. Sejak ditangani oleh mantan pelatih timnas Jerman, Juergen Klinsmann, perlahan tapi pasti Bayern Muenchen kembali menemukan arah untuk merengkuh juara baik di liga domestik maupun di Eropa. Terbukti, di Bundesliga (Liga Jerman), kini mereka duduk di posisi kedua klasemen sementara di bawah tim promosi Bundesliga yang kini menjadi tim paling sensasional musim ini di Eropa (menurut saya), TSG Hoffenheim. Itu pun juga hanya kalah dalam selisih gol. Di Liga Champions Eropa, mereka hanya mengalami sekali kekalahan di fase grup musim ini. Itu pun juga ketika mereka dikalahkan oeh runner-up grup G, Lyon, di kandang Lyon. Sedangkan lolosnya Sporting menurut beberapa pengamat, dianggap hanya sebatas keberuntungan. Pasalnya, selain Barcelona, Sporting hanya bergabung bersama tim-tim yang relatif mudah, seperti FC Basel dari Swiss dan Shakhtar Doneskh dari Ukraina. Meskipun begitu, tim ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, pada matchday ke-5, mereka sudah dipastikan lolos sebagai runner-up grup. Sporting bisa saja menyulitkan Bayern Muenchen seperti layaknya Fiorentina ketika masih di fase grup. Apakah mereka mampu menghadapi tantangan ini?
Hasil drawing sekaligus preview dari babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini telah saya sajikan kepada Anda. Leg pertama akan diselenggarakan pada tanggal 24-25 Februari 2009 waktu setempat (25-26 Februari 2009 dini hari di Indonesia) dan leg kedua aka diselenggarakan pada tanggal 11-12 Maret 2009 waktu setempat (12-13 Maret 2009 dini hari di Indonesia).
Berikut adalah tabel hasil drawing 16 besar Liga Champions Eropa musim ini beserta jadwalnya.
Tabel Hasil Drawing 16 Besar UEFA Champions League 2008/2009
Catatan : Waktu pertandingan adalah waktu di Indonesia (Dini hari WIB)